5 Tips Sukses Ternak Ayam Kampung untuk Pemula

5 Tips Sukses Ternak Ayam Kampung untuk Pemula

Siapa yang tidak suka ayam? Daging yang lezat dengan aneka cara memasaknya membuat daging ayam menjadi makanan favorit bagi semua orang.

Ayam kampung sudah terbukti memiliki rasa yang lebih enak serta nilai ekonomis yang lebih tinggi. Ini sudah menjadi sebuah peluang emas bagi kita untuk mulai membudidayakan ayam kampung dan meraup keuntungan yang lebih!

Cara membudidaya ayam kampung sendiri tergolong mudah dan membutuhkan modal yang jauh lebih sedikit. Ayam kampung juga terbukti memiliki daya tahan yang lebih kuat. Seperti dilansir oleh ilmubudidaya.com berikut 5 tips sukses budidaya ayam kampung bagi pemula.

1. Memilih Waktu yang Tepat
Tips pertama dalam budidaya ayam kampung adalah menemukan waktu yang tepat. Maksudnya adalah mulailah ternak ayam kampung ketika Anda sudah melakukan prediksi panen dimana harga ayam sudah melambung tinggi contohnya saat lebaran idul fitri, tahun baru, dan hari raya nasional lainnya.

Dengan memilih waktu yang tepat Anda dapat mengoptimalkan pendapatan dan keuntungan Anda ketimbang ketika Anda berternak secara asal-asalan.

2. Memilih Bibit Unggulan
Tips kedua tentu saja sudah banyak yang tahu. Tapi apakah yang dimaksud dengan bibit unggulan? Apakah ayam yang lincah termasuk bibit unggulan? Bisa saja, namun yang lebih penting adalah jenis, ukuran, dan keturunan dari ayam itu sendiri.

Jenis ayam yang berbeda memiliki berat badan optimal yang berbeda-beda juga. Maka dari itu, ketika membeli DOC (anakan ayam) pastikan apa jenis indukannya agar Anda tahu berat optimal dari ayam tersebut sehingga bisa menjadi bibit unggulan.

3. Pemberian Pakan Tepat Waktu dan Bernutrisi Tinggi
Tips ketiga ini masih sering tidak diperhatikan para peternak ayam. Pakan yang bernutrisi tinggi sangat dibutuhkan sebagai sumber makanan yang nantinya akan diserap tubuh ayam dan memacu perkembangan serta pertumbuhan ayam kampung tersebut.

Pakan ayam terbaik adalah pakan yang mengandung protein yang tinggi contohnya sentrat atau pur ayam. Anda juga bisa memanfaatkan berbagai pakan alternatif seperti jagung, kedelai, keong, tepung tulang, tepung ikan, tepung udang, ampat tahu, dan lain-lain.

Pemberian pakan yang tepat waktu juga sangat penting. Pemberian pakan sebaiknya 3 kali sehari, pagi, siang, dan sore dan jangan lupa untuk menyiapkan dedaunan sayuran yang digantung didalam kandang yang berfungsi untuk makanan selingan ketika Anda terlambat memberi makanan.

4. Kandang yang Luas, Sejuk, dan Kering
Anda perlu melihat kondisi kandang dimana ayam kampung tersebut berternak. Anda harus menyesuaikan luas kandang tersebut agar ayam kampung didalam kandang lebih aktif.

Anda juga perlu membiarkan ayam ternak Anda untuk beraktifitas diluar kandang. Selain itu, Anda juga perlu melihat cuacanya. Jika musim hujan, sebaiknya ayam ternak Anda dikandang setiap saat.

Untuk menyediakan kandang yang lebih sejuk, Anda sebaiknya mengatur lubang ventilasi dengan baik dan benar. Jangan membiarkan ayam kepanasan, karena ayam tersebut bisa menjadi stress. Ketika musim hujan, usahakan sebisa mungkin untuk menjaga kandang hangat dan kering agar tidak ada jamur dan bakteri yang tumbuh.

5. Kandang Karantina dan Kandang Sortir
Tips terakhir khususnya dibutuhkan ketika ayam sakit dan segera dipisahkan agar tidak menulari ayam lainnya. Anda perlu membuat kandang isolasi sendiri yang jauh dari kandang utama untuk menampung ayam yang sakit.

Selain kandang isolasi atau kandang karantina, Anda juga butuh kandan sortir yang memisahkan ayam dengan pertumbuhan yang terlambat atau ukuran tubuh yang lebih kecil.

Nah berikut adalah 5 tips sukses ternak ayam kampung bagi pemula agar hasil ternak Anda bisa lebih optimal dan menguntungkan! Kuncinya adalah terus belajar dan jangan pantang menyerah. Pahamilah ilmu beternak agar memperoleh hasil yang optimal dan tidak gagal bertubi-tubi.

Foto oleh Quang Nguyen Vinh dari Pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *