7 Komoditas Perkebunan Diakselerasi

7 Komoditas Perkebunan Diakselerasi

Indonesia bisa dibilang salah satu negara tropis dengan berbagai macam komoditas perkebunan dengan kualitas tinggi. Sudah sepatutnya pemerintah mulai fokus dan mengakselerasi ekspor pada komoditas perkebunan.

Hal itu sudah dikonfirmasi oleh pemerintah pada akhir Desember 2019, dimana ada tujuh komoditas perkebunan yang akan mendapatkan peningkatan ekspor pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah menargetkan peningkatan ekspor pertanian hingga tiga kali lipat, khusus untuk subsektor perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan fokus pada tujuh komoditas.

Ketujuh komoditas ini telah diseleksi oleh Menteri Pertanian. Dari 137 komoditas kami seleksi menjadi 10 komoditas, lalu pilih lagi hingga menjadi tujuh komoditas, yaitu kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, dan vanili. Ketujuh komoditas ini dipilih karena dinilai paling strategis untuk diakselerasi, kata Dirjen Perkebunan Kasdi Soebagyono.

Menurut Kasdi, pengembangan komoditas perkebunan strategis tersebut akan dikoordinasikan dalam sebuah kesatuan yang melibatkan berbagai pihak termasuk BUMN dan juga perusahaan swasta.

Khusus untuk pembiayaan, Kementan tidak hanya akan mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kasdi menyebutkan pihaknya akan menggandeng perbankan. Salah satu instrumen perbankan yang akan diperkuat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pertanian disebut akan mendapatkan alokasi sebesar Rp. 50 triliun untuk akselerasi tersebut.

Subsektor perkebunan hingga saat ini salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan perekonomian nasional. Jika dilihat dari sumbangan terhadap produk domestik bruto (PDB) pertanian, komoditas perkebunan berkontribusi sebesar 34% atau senilai Rp. 429,68 triliun. Angka ini lebih besar bila dibandingkan dengan kontribusi minyak dan gas terhadap PDB nasional yang hanya Rp. 369,35 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *