Anjloknya Harga Telur Ayam

Anjloknya Harga Telur Ayam

Telur ayam negeri sedari dulu sudah menjadi produk idaman rakyat Indonesia. Permintaan dari telur ayam sendiri tentunya berada pada angka yang tinggi. Ironisnya, penawaran telur yang berlebihan ternyata membuat harga telur ayam negeri merosot tajam.

Harga telur ayam negeri yang merosot tajam membuat peternak ayam di sejumlah daerah kuwalahan. Bahkan, Ketua Bidang Layer Pinsar Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Leopold Halim mengatakan, kondisi peternak ayam petelur saat bisa dibilang dalam kondisi babak belur karena anjloknya harga telur. “Bukan sudah turun lagi, hancur harganya, hancur pokoknya harga telur. Kita makin babak belur,” ucap Halim.

Menurutnya, kondisi ini akibat permintaan telur yang menurun dan suplai telur ayam yang justru terus melonjak. Harga telur ayam terus menurun dari harga normal yaitu Rp. 19,210/kg menjadi Rp. 17,000/kg di beberapa daerah.

Di Blitar yang menjadi sentra peternakan ayam layer terbesar di Indonesia, harga telur ayam di tingkat peternak menyentuh harga Rp. 16,900/kg. Selain itu di Jawa Timur seperti Magetan harga telur peternak dipatok Rp. 16.600/kg, Pacitan Rp. 17.500/kg, Madiun Rp. 17.000/kg, Ponorogo Rp. 17.000/kg, Jember Rp. 16.800/kg, dan Banyuwangi Rp. 16.800/kg. Sementara harga telur di peternak Jawa Tengah juga relatif anjlok. Seperti Purwokerto Rp. 18.400/kg, Kendal Rp. 17.000/kg, Solo Rp. 17.000/kg, Magelang Rp. 17.500/kg, dan Semarang Rp. 17.500/kg.

Lalu di Jawa Barat harga telur ayam peternak di Cianjur dihargai Rp. 18.500/kg, Bandung Raya Rp. 18.400/kg, Ciamis Rp. 18.200/kg, dan Jabodetabek Rp. 18.500/kg. Selain itu, harga ayam layer afkir juga sedang rendah-rendahnya yakni hanya sebesar Rp. 15.000/kg di Jawa Timur, Rp. 14.000/kg di Jawa Barat, dan Rp. 17.000/kg di Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *