Bahaya Memberikan Antibiotik Sembarangan Pada Hewan Ternak

Bahaya Memberikan Antibiotik Sembarangan Pada Hewan Ternak

Penggunaan antibiotik tentunya baik untuk membunuh bakteri-bakteri. Namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat tepat dapat berdampak buruk. Peternakan yang terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik dapat mempercepat laju resistensi bakteri baik pada hewan, yang dimana jika dilanjutkan bisa berdampak kepada kematian ternak itu sendiri.

Menurut dokter hewan di Jakarta, Wayan Wiryawan, kalau peternak sembarangan menggunakan antibiotik sebenarnya mengancam usahanya sendiri. Menurutnya, kerugian pertama pemakaian antibiotik yang sembarangan adalah memicu resistensi kuman dan juga bakteri jahat.

Antibiotik sendiri sebenarnya membunuh semua bakteri, termasuk yang baik dan yang jahat. Namun bakteri jahat memiliki resistensi yang jauh lebih kuat dari bakteri baik, yang dimana ketika memberikan antibiotik. Wayan juga mengatakan bahwa kebiasaan memberikan antibiotik secara tidak tepat dapat membunuh bakteri yang baik dan berguna bagi makhluk hidup.

Masalah lain adalah gangguan fungsi hati dan ginjal pada hewan tersebut. Mengkonsumsi antibiotik sembarangan tentunya menurukan kesehatan dan kualitas hewan. Selain itu, antibiotik yang menurunkan kesehatan dapat membuat hewan tersebut semakin stress bahkan sampai kematian.

Wayan juga menegaskan bahwa antibiotik hanya diperlukan untuk pengobatan hewan ternak yang mengalami sakit karena infeksi bakteri saja. Secara ringkas, pemberian antibiotik kepada hewan dan juga manusia tidak boleh sembarangan. Antibiotik hanya diperlukan untuk pengobatan hewan ternak yang mengalami sakit karena infeksi bakteri dan infeksi luka saja.

Nah untuk kedepannya kita sebagai peternak hewan jangan mau sembarangan memberi antibiotik kalau tidak ingin hewan ternak kesayangan kita terjadi apa-apa. Cerdaslah untuk menjaga hewan peternakan sehingga memberikan produk yang berkualitas!

Gambar oleh Jerzy Górecki dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *