Budidaya Sektor Kelautan dan Perikanan Indonesia

Budidaya Sektor Kelautan dan Perikanan Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah kepemimpinan Edhy Prabowo mendorong dan menggencarkan program budidaya di sektor kelautan dan perikanan. Banyak sekali manfaat yang bisa dipetik melalui budidaya hasil laut dan keuntungannya ditafsir mencapai puluhan kali lebih besar dibanding menjual hasil laut secara mentah.

Ide mengembangkan sektor budidaya ikan juga semakin digalakkan seusai Edhy melihat hasil budidaya udang yang jauh lebih banyak. Faktanya, pembudidaya bisa mendapat 100-150 ton udang dalam satu kali daur setiap tahunnya. Hasil itu puluhan kali lipat lebih banyak ketimbang produktifitas tangkap nelayan yang hanya 1 ton udang per tahun.

Edhy juga berargumen bahwa dengan mengembangkan sektor budidaya ikan, miliaran dollar devisa akan tercipta. Belum lagi budidaya kelautan lainnya seperti bawal bintang dan King Cobia yang mulai naik daun.

Makan Ikan, Cegah Stunting

Selain meningkatkan ekonomi Indonesia, mengkonsumsi ikan juga dapat mencegah stunting. Sebagai informasi, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang diakibatkan kurangnya gizi sehingga tumbuh lebih pendek dari rata-rata usianya.

Selain secara fisik, stunting juga berdampak pada tingkat kecerdasan dan kerentanan terhadap penyakit dan penurunan produktivitas. Akibatnya, stunting dapat berdampak pada rendahnya kualitas sumberdaya manusia.

Ikan dikenal penuh dengan protein dan omega 3 yang bisa menjadi solusi dalam permasalahan gizi dan mendukung ketersediaan gizi dan mencegah stunting sehingga dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat.

Rata-rata konsumsi ikan nasional terus meningkat selama lima tahun terakhir dan diperikarakan akan terus meningkat dalam lima tahun mendatang. Saat ini, potensi sumber daya ikan Indonesia mencapai angka 12,54 juta ton/tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *