Dilema Ekspor Lobster Indonesia

Dilema Ekspor Lobster Indonesia

Lobster seperti yang kita ketahui adalah salah satu seafood yang lezat dengan harga yang tidak murah. Dengan permintaan lobster yang cukup besar, ternak lobster akhirnya menjadi salah satu primadona produk seafood. Belakangan ini saja, sudah banyak kasus ekspor ilegal benih lobster yang tertangkap dengan nilai total milyaran rupiah. Perdebatan mengenai ekspor lobster semakin panas.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo rencananya akan membuka peluang ekspor benih lobster. Langkah ini bertentangan dengan peraturan yang sebelumnya dibuat oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Mengapa Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan mencabut larangan ekspor lobster?

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Miftah Sabri mengatakan, nantinya Indonesia dan Vietnam akan bekerja sama untuk membudidayakan benih lobster. Menurutnya, negara Vietnam memiliki teknologi yang sudah canggih dimana hanya Vietnam yang bisa membuat lobster yang tadinya peluang hidup hanya 1% bisa meroket sampai 70%. Miftah juga mengatakan bahwa kita bukan negara yang berdiri sendiri, maka dari itu perlu kerja sama dengan Vietnam yang ahli teknologi.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan bahwa ekspor lobster ke beberapa negara bisa menghancurkan ekosistem kelautan Indonesia sendiri. Beliau juga menulis surat kepada presiden yang berbunyi “Pak Presiden Yth, bila penyelundupan bibit Lobster (Homarrus & P Penicilatus) bisa dihentikan, gagalkan; pengambilan bibit dengan kedok untuk pembesaran maka akan hancur & runtuhlah Industri Pembesaran (bukan budidaya) Vietnam. Kurang dari 10 negara di dunia yg punya jenis lobster ini”. Susi juga menyayangkan penyelundupan benih lobster yang total nilainya bisa hampir 1 triliun.

Ekspor lobster menjadi perbincangan dan perdebatan yang cukup panas, dengan opini yang berbeda di kedua belah pihak. Presiden Joko Widodo juga turut buka suara dan dia berkata bahwa negara mendapatkan manfaat, nelayan mendapatkan manfaat, dan lingkungan hidup juga tidak rusak. Dia menambahkan bahwa jangan menilai dari satu sisi saja, jangan menilai dari sisi ekonomi saja tapi juga nilai dari sisi lingkungannya. Sama pula sebaliknya, jangan menilai dari sisi lingkungan saja tapi juga dari sisi ekonominya.

Secara ringkas, ekspor lobster mungkin saja menjadi sarana meningkatkan ekonomi Indonesia dan juga kesejahteraan para nelayan. Tapi perlu juga memperhatikan dari sisi lingkungannya, jangan over-ekspor sampai lingkungan dan ekosistem lautan menjadi rusak.

Gambar oleh Mathilda951 dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *