Harga Ayam Anjlok di Akhir Tahun 2019

Harga Ayam Anjlok di Akhir Tahun 2019

Tahun 2019 sudah hampir selesai, para peternak ayam banyak mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun yang tersulit untuk membudidayakan ayam. Bahkan Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara mengklaim tahun ini mengalami kerugian Rp 2 triliun karena harga ayam jatuh. Salah satu anggota paguyuban, Parjuni mengatakan harga ayam ajlok hingga Rp 5.000 per kilogram lantaran kelebihan pasokan.

Kondisi ini diperparah harga pakan ternak yang mencapai harga Rp 6.800 – 7.200 per kilogram. Tentu saja, para peternak mulai geram dan memberi sejumlah tuntutan pada pemerintah. Pertama, menurunkan harga pakan maksimal Rp 6.500 per kg, kedua menjaga kestabilan harga ayam hidup sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No. 96 Tahun 2018. Keempat mengurangi DOC 10 juta per pekan dengan pengawasan ketat, kelima transparansi data grand parent stock (GPS), parent stock (PS), dan telur non breeding (HE). Keenam revisi UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Secara pasokan stok ayam, masih kelebihan pasokan ayam sebanyak 7 juta ekor. Hal ini membuat harga masih berada dibawah biaya produksi. Kebutuhannya sekitar 60 juta ekor per minggu di seluruh Indonesia, tapi produksi bisa mencapai 67 juta ekor. Untuk mengatasi kelebihan produksi tersebut, pemerintah mulai bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha besar untuk membeli suplai stok ayam yang kelebihan.

Melihat permasalahan ini, Ekosis tentunya bisa menjadi salah satu solusi bagi permasalahan tersebut. Ekosis sangat terbuka bagi para produsen dan peternak ayam untuk menjual produk mereka pada platform kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *