Kincir Air Ini Bikin Petambak Udang Untung Rp. 600 Juta

Kincir Air Ini Bikin Petambak Udang Untung Rp. 600 Juta

Siapa sangka kincir air bisa membuat petambak udang vaname ini panen hingga 2 kali lipat dari jumlah biasanya?

Rekan Ekosis, mari simak kisah petambak udang asal Kendal berikut ini!

Terkendala Peralatan Tradisional
Agus Muktianto namanya. Warga asal Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal Kota ini berhasil meraup untung hingga ratusan juta dari hasil budidaya udang Vaname. Saat memulai usahanya di tahun 2009, Agus masih banyak menemui kendala, terlebih ia hanya menggunakan peralatan tradisional, yaitu pompa air.

Mulai Gunakan Kincir Air
Sebelumnya, dengan 500 ribu bibit dan luas tanah tambak 1 hektar, Agus hanya bisa memanen 500 kuintal udang vaname. Namun setelah menggunakan alat semi-intensif, kincir air dengan kecepatan rendah, Agus berhasil mendapatkan hasil panen hingga 2 kali lipat dibandingkan yang sebelumnya. Berkat kincir air ini, dengan luasan tambak 2 hektar, Agus bisa memanen hingga 2 ton udang vaname!

Udang Tumbuh Lebih Besar dan Cepat
Jangka waktu panen udang vaname mulai penebaran hingga produksi sendiri membutuh waktu sekitar 6 bulan, dan hasil panen sudah langsung dibeli oleh supplier yang sudah berlangganan dengan Agus,

Menurut Agus, metode semi intensif budidaya dengan kincir air ini lebih aman dibandingkan menggunakan alat tradisional. Dengan kepadatan yang rendah, udang bisa tumbuh lebih besar dan lebih cepat, tandasnya.

Hasilkan Ratusan Juta
Saat memulai usaha ini, Agus hanya bermodalkan uang Rp 50 juta untuk membeli bibit udang vaname dengan harga satuan Rp48 rupiah/bibit. Namun kini ia bisa menghasilkan Rp 600 juta setiap masa panen.

Berawal Dari Pemanfaatan Lahan Sekitar
Agus yang tinggal di pesisir laut, kebetulan memiliki lahan tanah seluas 4 hektar. Sayangnya, lahan ini hanya bisa dimanfaatkan untuk tambak.
Alasannya, lahan tersebut telah diresapi air laut sehingga tidak bisa lagi ditanami padi ataupun komoditas pertanian dan perkebunan lainnya.

Tidak Berputus Asa
Tak berhenti sampai disitu, Agus terus mencari cara agar lahan yang bisa digarap dengan produktif. Akhirnya lahan miliknya dibagi menjadi dua bagian. 2 hektar digunakan untuk budidaya udang vaname, dan 2 hektar sisanya digunakan untuk budidaya ikan bandeng, ikan rucah, dan beberapa jenis ikan lainnya.

Sempat Jatuh Bangun
Sebelumnya Agus pernah mencoba budidaya udang windu, namun berakhir gagal panen. Kegagalan ini tidak membuatnya lengah, namun justru membuat Agus semakin semangat dan memulai bisnis udang vaname milikinya di tahun 2009.

Banyak Mendapat Bantuan
Agus tidak berjalan seorang diri. Demi mengembangkan bisnisnya, Agus bertekad untuk terus menambah skill dan pengetahuannya dari siapa saja. Ia bergabung dengan pembudidaya lain untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman. Tak hanya itu, ia juga tidak sungkan belajar dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal.

Berkat kerja keras dan semangatnya, kini Agus bisa menghidupi keluarga dan memberdayakan puluhan warga di sekitar tempat tinggalnya. Warga turut membantu mulai dari penebaran benih hingga produksi saat panen udang. Bravo, Pak Agus!

Bagi Rekan Ekosis yang baru memulai usaha budidaya udang, ataupun usaha agribisnis lainnya, Anda dapat memanfaatkan fitur forum di Eksosis untuk saling berbagi dan menambah ilmu, lho! Di Ekosis, Anda dapat memasarkan produk ke seluruh Indonesia langsung ke pembeli, tanpa melalui perantara. Transaksi lebih cepat melalui ruang chat, dan lebih aman dengan sistem rekening bersama.

Bukan hanya itu, Anda yang aktif bertransaksi di Ekosis akan mendapatkan akses pada beragam pinjaman dan permodalan, untuk mengembangkan usaha Agribisnis Anda! Coba aplikasinya sekarang, yuk?

Sumber: ayosemarang.com

Gambar oleh Susanne Jutzeler, suju-foto dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *