Lele Bersih dan Tidak Amis dengan Bioflok

Lele Bersih dan Tidak Amis dengan Bioflok

Teman Ekosis, mari berkenalan dengan peternak lele asal Ponorogo yang satu ini! Pria berusia 45 tahun ini bernama Muhammad Komarudin. Komarudin merupakan salah satu peternak lele beromzet fantastis yang berhasil dengan sistem budidaya Bioflok-nya.

Bagaimana Sistem Bioflok?
Kotoran lele yang biasanya mengendap di bawah, dikeluarkan melalui pipa khusus. Setiap sebelum pemberian pakan, pipa yang terhubung ke luar kolam dibuka, lalu air akan keluar bersama kotoran lele. Di sisi lain, kolam terus ditambah air, sehingga kolam selalu bersih tanpa dikuras.

Tak hanya itu, air yang keluar bisa langsung dimanfaatkan menjadi pupuk organik! Solutif dan ramah lingkungan, ya?

Pertumbuhan Lele Lebih Cepat
Kolam yang dilengkapi aerator untuk menambah pasukan udara dalam air, menurut Komarudin membuat ikan lelenya tumbuh besar semakin cepat.

Pakan Direndam dalam Cairan Prebiotik
Dengan merendam pakan lele dalam cairan prebiotik racikannya, Komarudin dapat menghemat penggunaan pakan hingga 20% serta membuat lele tidak berbau amis. Belau meracik prebiotik dari rempah-rempah seperti kunir, kencur, jahe, dan juga temulawak.

Bentuk Kolam Berbeda
Berbeda dengan kolam lele pada umumnya yang berbentuk kotak, kolam Komarudin berbentuk bulat dan dilapisi kain terpal sebagai wadah air.

Menurut beliau, jenis kolam seperti ini lebih praktis dan menghemat tempat. Untuk satu kolam bulat berdiameter 3 meter saja mampu menampung 3 hingga 5 ribu ekor lele. Wow!

Omzet Fantastis
Dari 24 kolam bioflok yang siap panen setiap bulan, Komarudin dapat meraup omzet hingga Rp 18 juta dari penjualan 1,2 ton lele miliknya.

Sumber: news.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *