Lulusan Teknik yang Sukses Jadi Petani

Lulusan Teknik yang Sukses Jadi Petani

Jangan malu jadi petani karena bidang ini jantung bagi negara. Kita berperang bukan dengan penjajah, tapi jadi pahlawan di negara sendiri untuk menyediakan pangan bagi ratusan juta orang. Selama manusia masih makan, disitulah petani masih dibutuhkan

Adi Pramudya, peraih Young Heroes Kick Andy, Wirausaha Muda Berprestasi Kemenpora

Lahir dalam keluarga pedagang membuat Adi bermimpi menjadi seorang pengusaha sedari kecil. Meski banyak belajar ilmu bisnis dari sang ayah, bukan berarti bisnisnya selalu berjalan mulus.

Berawal Dari Kegagalan
Saat mengawali karir, Adi memilih usaha kuliner pisang coklat sebagai pelabuhan pertamanya. Usaha ini cukup sukses di awal berdiri, bahkan mampu berkembang hingga empat gerai. Namun perlahan masalah muncul, hingga akhirnya bisnis tersebut harus collapse.

Belum sampai disitu, ia kembali membidik sebuah usaha kuliner lain. Namun hasilnya sama, gagal berkembang dan tidak bisa dipertahankan.

Sempat Vakum Berbisnis
Adi memutuskan untuk vakum selama 3 bulan sembari mencari ide bisnis baru. Meski sempat trauma untuk menjalankan bisnis, ia yakin bahwa kegagalan sesungguhnya adalah ketika kita berhenti berjuang.

Mulai Beragribisnis
Berbekal bantuan dari petani di daerahnya, Adi mulai menggarap sejumlah lahan untuk tanaman singkong. Adi juga tekun mempelajari jurnal-jurnal pertanian, agar bisa memberikan arahan ke petani bagaimana cara bertani yang baik. Tak diduga, panen pertamanya langsung menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Keluar dari Zona Nyaman
Berhasil dengan singkong, Adi lalu mencari tahu tanaman lain yang lebih menguntungkan untuk dibudidayakan. Ia pun mengembangkan sayap menuju komoditas rempah yaitu lengkuas, jahe, hingga kencur.

Sukses Jadi Miliarder
Saat ini Adi mengelola 27 Hektar lahan dan berhasil memanen hingga 30-40 ton. Sebanyak 30 ton kali Rp 2000 per kilogram bisa Rp 60 juta per-hektar. Bisa bayangkan berapa rupiah yang berhasil diraup beliau?

Tak hanya bertani rempah, Adi kini juga menjajal bisnis peternakan ayam broiler bersama teman-temannya. Ia pun berhasil meraup omset hingga Rp 9 Miliar tiap memanen ayam broiler yang hanya membutuhkan waktu 35 hari untuk siap dipotong.

Sumber: suara.com intisari.grid.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *