Mengapa Produk Agribisnis Indonesia Masih Tertinggal?

Mengapa Produk Agribisnis Indonesia Masih Tertinggal?

Dilansir oleh CNBC Indonesia pada tahun 2018 silam, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa produk industri agro Indonesia masih tertinggal. Padahal, produsen produk hasil industri agro cenderung berada pada negara berkembang.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Johnny Darmawan mengatakan 59% kelompok produk Indonesia masih berada pada kategori lemah jika dibandingkan dengan Thailand, Vietnam, dan Singapura. Dia memaparkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan industri agro adalah masalah ketersediaan teknologi pengolahan bahan mentah dari produk pertanian.

Menurut Johnny Darmawan, komoditas agro nasional seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan cokelat merupakan kualitas terbaik di dunia, namun masih belum diproses secara maksimal menjadi bahan baku industri.

Johnny Darmawan juga menambahkan bahwa pembangunan industri pertanian juga perlu didukung pembangunan sektor lain seperti alat mesin pertanian, transportasi, dan teknologi lainnya yang membantu pembangunan industri pertanian itu sendiri.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan menyediakan aturan dan regulasi yang memudahkan pelaku agribisnis yang serius dan konsisten mengembangkan industri berbasis agro dan perbaikan infrastruktur penunjang.

Peningkatan teknologi menjadi salah satu fokus yang paling penting untuk mensejahterakan para pelaku agribisnis. Selain meningkatkan alat mesin pertanian dan juga transportasi yang digunakan oleh para pelaku agribisnis, penjualan secara online juga menjadi salah satu jalan untuk mensejahterakan.

Ekosis hadir sebagai solusi penjualan online bagi para pelaku agribisnis. Ekosis memberikan kemudahan dengan menyediakan platform marketplace agribisnis terlengkap yang memungkinkan para pelaku bisnis untuk berjualan secara online dan mencapai target pasar yang jauh lebih luas. Pengembangan wawasan teknologi kepada pelaku agribisnis tentunya akan meningkatan kinerja serta hasil yang dihasilkan oleh pelaku agribisnis tersebut.

Foto oleh highnesser dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *