Peluang Besar Penyedia Jasa Logistik

Peluang Besar Penyedia Jasa Logistik

Negara Indonesia, dipimpin oleh Presiden Joko Widodo masih gencar membangun infrastruktur dimana-mana. Hal itu dinilai bisa memicu pertumbuhan angkutan logistik. Pertumbuhan logistik disebut masih bergairah.

Salah satunya adalah di sektor transportasi darat berbasis jalan. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldi Ilham Masita mengatakan, bisnis logistik tahun ini akan tumbuh sekitar 10% dibandingkan tahun lalu. Kemudian, bisnis logistik pada 2020 sekitar 8-9%. Angka itu masih lebih tinggi apabila dibandingkan pertumbuhan ekonomi

“Pertumbuhan 10% tidak lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bisnis logistik pada tahun-tahun sebelumnya antara 12% dan 14%,” tutur Zaldi.

Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) Ariel Wibisono juga mengatakan, prospek bisnis angkutan darat sangat menjanjikan, ditopang pesatnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar.

Menurutnya, pemerintah telah merampungkan pembangunan tol Trans Jawa yang membentang dari Merak hingga Probolinggo sepanjang 969 kilometer (km). Fasilitas ini dan Sistem Logistik Nasional yang terintegrasi akan mempermudah dan mempercepat arus pengiriman barang dengan menggunakan truk.

Khusus di Jawa, kata Ariel, omzet bisnis pengangkutan dengan truk tahun ini diprediksi mencapai Rp 1 triliun. Tahun depan, jumlahnya diprediksi naik 50% menjadi Rp 1,5 triliun.

Ekosis dengan aplikasi marketplace agribisnis yang dimilikinya memungkinkan semua penyedia logistik Indonesia untuk turut menggunakan aplikasi Ekosis dan meraup berbagai keuntungan dengan menjadi penyedia logistik bagi para pelaku agribisnis lainnya.

Dengan masifnya pembangunan infrastruktur, Penyedia layanan logistik juga semakin mudah mengirimkan produk-produk agribisnis.

Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *