Perbedaan Susu Segar, Susu UHT, dan Susu Pasteurisasi

Perbedaan Susu Segar, Susu UHT, dan Susu Pasteurisasi

Yang selama ini penasaran perbedaan ketiga jenis susu itu, yuk simak penjelasannya.

1. Proses Pemanasan
Ini merupakan perbedaan yang paling utama, teman Ekosis! Susu segar tidak boleh dipanaskan sampai mendidih, sehingga cukup dipanaskan pada suhu 70°C untuk meminimalisir kandungan bakteri pada susu.

Susu UHT dipanaskan pada suhu 135°C dan harus selesai dikemas dalam waktu 2 detik agar sepenuhnya steril dari mikroba.

Sementara itu suhu pemanasan susu pasteurisasi berkisar pada 61-65°C. Proses pasteurisasi tidak sepenuhnya membunuh mikroorganisme dalam susu, namun mengurangi jumlahnya dan memusnahkan bakteri patogen penyebab penyakit.

2. Penyimpanan
Susu segar hanya bertahan 2 jam di suhu ruang, dan 12 jam di dalam kulkas.

Susu UHT dapat bertahan 6-12 bulan jika kemasannya belum dibuka dan terhindar dari paparan sinar matahari. Namun jika sudah dibuka umumnya hanya bertahan 5 hari.

Sedangkan susu Pasteurisasi hanya bertahan 4 jam di suhu ruang, dan bertahan 3 hari setelah dibuka.

3. Kandungan Gizi
Pengolahan yang alami membuat kandungan asli gizi susu segar masih terjaga. Mengonsumsinya dapat memberikan banyak asupan vitamin dan mineral.

Karena dipanaskan di suhu tinggi, kandungan vitamin dan mineral susu UHT dan pasteurisasi tidak sama dengan susu segar. Rasanya juga tidak senikmat susu segar, sehingga susu UHT dan pasteurisasi umumnya diberi bahan perasa dan multivitamin dan mineral.

Gambar oleh Couleur dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *