Sayur Organik vs Non Organik, Apa Bedanya?

Sayur Organik vs Non Organik, Apa Bedanya?

Sering mendengar istilah sayur organik dan sayur non organik, namun masih bingung apa perbedaan keduanya? Yuk disimak paparan berikut:

  1. Pemilihan Bibit
    Bibit sayur organik didapat dari teknik budidaya tanaman alami, sementara bibit sayur non-organik umumnya berasal dari hasil rekayasa atau persilangan genetik.
  2. Pengolahan Tanah
    Tanah pada sayur organik biasanya diolah seminimal mungkin agar organisme di dalamnya masih bisa hidup. Hal ini juga meminimalisir risiko kerusakan tanah.
  3. Penggunaan Pupuk
    Sayur organik dipupuk dengan pupuk kandang dan kompos buatan sendiri, sementara sayur non-organik biasanya menggunakan pupuk kimia buatan pabrik.
  4. Pengendalian Hama
    Untuk menghindari hama, sayur non-organik tidak menggunakan zat kimia seperti pestisida, melainkan hanya dengan teknik yang alami. Hal inilah yang menyebabkan serangan hama masih mungkin terjadi dan panen tak selalu berhasil. Itulah sebabnya sayur organik cenderung lebih mahal dibanding sayur non-organik.
  5. Tampilan
    Karena pestisida alami tidak mampu menjaga tanaman sebaik pestisida kimia, tampilan sayur organik biasanya tidak sebesar dan sebagus sayuran non-organik.
  6. Kandungan Gizi
    Seperti yang dilansir dari idntimes.com, Prof. Dr.Ir Ali Khomsan, MS, Guru Besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Pertanian IPB menyatakan, tidak ada perbedaan signifikan antara tanaman organik dan non-organik. Menurut penelitian, unsur fosfor sayur organik memang lebih tinggi, namun selain itu kandungannya sama saja seperti sayuran pada umumnya.

Gambar oleh Ulrike Leone dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *