Solusi Bagi Anjloknya Harga Jual Hasil Panen

Solusi Bagi Anjloknya Harga Jual Hasil Panen

Fenomena membuang hasil panen seperti buah-buahan dan sayur-sayuran telah menjadi perbincangan yang viral pada industri agribisnis. Setidaknya, dari tahun 2015 sampai 2019, ada tercatat beberapa kasus dimana petani membuang hasil panen mereka ke jalan raya ataupun sungai.

Salah satu contoh kasus adalah petani buah naga yang membuang hasil panen mereka kedalam sungai. Seperti yang dilansir oleh finance.detik.com  pada tanggal 21 Januari 2019, petani buah naga di Banyuwangi beramai-ramai membuang hasil panen mereka kedalam sungai sebagai bentuk protes anjloknya harga buah naga.

Salah satu contoh lain adalah berita dari jawapos.com  yang dimana pada tanggal 25 Februari 2019, petani bayam di Batam membuang hasil panennya dengan sia-sia lantaran anjloknya harga jual dari bayam tersebut.

Fenomena membuang hasil panen ini sudah mulai viral dari tahun-tahun sebelumnya. Tercatat oleh merdeka.com, pada tahun 2015, petani tomat di Garut membuang hasil panennya dengan sia-sia di pinggir jalan raya.

Banyak berita simpang-siur mengenai alasan mengapa para petani membuang hasil panennya begitu saja. Namun bisa kita pastikan bahwa harga jual yang sangat rendah yang diterima oleh petani menjadi salah satu pemicu yang signifikan terhadap viralnya fenomena tersebut.

Tidak hanya itu, Dilansir oleh kompasiana.com, petani Indonesia mempunyai kelemahan dimana mereka hanya bisa menjual produk segar, jadi jika produknya busuk sedikit mereka langsung membuangnya.

Padahal, produk-produk yang telah busuk masih dapat digunakan untuk diolah menjadi bahan lainnya seperti contoh apel yang belum busuk sepenuhnya masih bisa diolah menjadi keripik apel, cuka apel, dan jika memang sudah busuk masih dapat digunakan sebagai bahan pupuk organik.

Cabai yang rusak juga bisa diolah menjadi cabai kering ataupun cabai bubuk. Masalahnya, petani masih belum memiliki modal, teknologi, dan keahlian untuk mengolah hasil pertanian sendiri.

Lalu Apa Solusinya?

Ekosis hadir menjadi solusi terdepan dan terkemuka untuk fenomena tersebut. Ekosis menciptakan ekosistem bisnis yang adil dan transparan bagi setiap pelaku agribisnis melalui platform teknologi jual/beli online atau yang biasa disebut marketplace.

Ekosis memberikan daftar produk agro terlengkap yang tentunya menjadi sebuah keuntungan bagi pelaku agribisnis yang mendapatkan nilai jual yang sangat rendah ketika dijual ke industri yang lebih besar atau bahkan ekspor.

Dengan menggunakan aplikasi Ekosis, para petani dapat menjual produk agri apapun yang mereka miliki dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga pasaran.

Selain itu, Ekosis juga memberikan jaminan keamanan bertransaksi menggunakan Rekening Bersama. Fitur rekening bersama menjamin keamanan bertransaksi karena Ekosis menjembatani proses pembayaran antara penjual dan pembeli yang melakukan proses transaksi menggunakan aplikasi Ekosis.

Pembeli tidak perlu khawatir produk tidak dikirimkan oleh penjual, penjual juga tidak perlu khawatir jika dana yang dikirimkan tidak disalurkan.

Setiap produk yang ada pada aplikasi Ekosis juga memiliki informasi keterlacakan (traceability) yang jelas, sehingga semua informasi mulai dari tanggal panen, tanggal tangkap (untuk produk kelautan), nama petani/pelayan, lokasi panen/tangkap, jenis produk agri, bahkan sampai teknik tangkap/tanam semuanya terpapar jelas sehingga memberikan rasa aman dan nyaman ketika menggunakan aplikasi Ekosis.

Foto oleh Aamir Mohd Khan dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *