Sosok Tangguh Pejuang Perempuan Nelayan

Sosok Tangguh Pejuang Perempuan Nelayan

Perempuan Tangguh ini bernama Masnuah. Pendiri Puspita Bahari, sebuah organisasi perempuan nelayan yang berjuang melawan kekerasan, bias gender, sekaligus memberdayakan ekonomi nelayan.

Puspita Bahari berarti kembang lautan. Organisasi yang bermula dari iuran 1.000 per bulan tiap anggota ini, kini menjadi koperasi dan gerakan perempuan nelayan yang menginspirasi.

Salah satu perjuangan mereka adalah mendesak pemerintah untuk memberi pengakuan pekerjaan nelayan untuk 31 anggotanya. Sebelumnya, kolom KTP mereka hanya tertulis buruh atau ibu rumah tangga. Status tersebut menghentikan mereka untuk mengakses program pemerintah untuk nelayan.

Tak luput dari rintangan, Puspita Bahari sempat terlunta-lunta tanpa sekretariat. Mereka dianggap melawan kodrat karena mengajari perempuan berani. Berani keluar rumah, berani menentang suami yang melakukan kekerasan, berani melawan budaya yang percaya perempuan harus nurut, harus nrimo. Hal ini membuat mereka kurang diterima di masyarakat.

Organisasi yang berdiri pada 25 Desember 2005 itu kini telah menempati sekretariat seluas 5×9 meter. Berbagai dukungan pun datang dari swasta, pemerintah, maupun BUMN. Pendirinya, Bu Masnuah, bahkan berhasil mengantongi piala Saparinah Sadli Award di tahun 2018 lalu.

Bu Masnuah bahagia telah membawa para perempuan nelayan dari yang tidak sadar memiliki pekerjaan yang tidak diakui, hingga punya akses perlindungan dan mendapatkan hak-haknya.

Bu Masnuah ingin terus berjuang dalam gerakan perempuan nelayan. Ibarat peribahasa, sekali layar terkembang, pantang kapal surut ke haluan. Begitu pula dengan perjuangannya merawat Puspita Bahari.

Sumber: Mongabay.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *